Makalah Pengaruh Televisi

TUGAS MAKALAH AKHIR

PRAKTIKUM BERFIKIR DAN MENULIS ILMIAH

 

“PENGARUH TAYANGAN TELEVISI TERHADAP BUDAYA MASYARAKAT DESA”

Disusun oleh :

Muhaimin Syakir          (I34080002)

Dosen : Ekawati S. Wahyuni

Asisten Dosen : Mahmudi Siwi

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2009

ABSTRAK

MUHAIMIN SYAKIR. PENGARUH TAYANGAN TELEVISI TERHADAP BUDAYA MASYARAKAT DESA. Dibimbing oleh DR. Ekawati S. Wahyuni, DR. Pudji Muljono, Ratri Virianita, S. sos, M.Si, Martua Sihaloho, SP. Msi, dan Mahmudi Siwi SP.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

Di Indonesia terdapat lebih dari 300 kelompok etnis yang berbeda-beda, masing-masing mempunyai identitas kebudayaan tersendiri. Tragedi dunia modern tidak sedikit dapat menyebabkan kegelisahan. Hal ini mungkin akibat kebutuhan hidup yang meningkat, rasa individualistis dan egoisme, persaingan dalam hidup, keadaan yang tidak stabil, dan seterusnya. Kegelisahan dalam konteks budaya dapat pula dikatakan sebagai akibat adanya insting manusia untuk berbudaya, yaitu sebagai upaya mencari kesempurnaan.

Manusia sebagai makhluk berbudaya adalah tidak lain makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan. Kebahagiaan memang hak dari semua orang, untuk memperolehnya setiap orang dapat menggunakan cara, gaya, akal, dan melalui berbagai upaya sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang dimilkinya. Dalam berbudaya manusia tidak menerima begitu saja apa yang disediakan oleh alam tetapi mengubahnya dan mengembangkannya lebih lanjut. Dengan berbuat demikian, maka terjadi jurang antara manusia dengan dirinya yang dialami. Akibatnya aneka ketegangan yang terus-menerus mendorong kemajuan budaya itu.

Media elektronik menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi budaya suatu masyarakat, spesifiknya seperti televisi. Televisi merupakan sarana komunikasi utama di sebagian besar masyarakat kita. Tayangan televisi harus di atur karena mempengaruhi sikap dan perilaku khalayak khususnya bagi yang belum memiliki referensi yang kuat, yakni anak-anak dan remaja. Terlebih karena televisi bersifat audio visual sinematografis yang memiliki dampak besar terhadap pergeseran budaya suatu masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka makalah ini berjudul, “Pengaruh Tayangan Televisi Terhadap Budaya Masyarakat Desa”. Sesuai dengan tema dan topik yang diambil secara berturut-turut yaitu kebudayaan dan pergeseran kebudayaan.

1.2       Rumusan Masalah

  1. Seberapa besar pengaruh tayangan televisi terhadap masyarakat desa dan budayanya?
  2. Apa akibat yang muncul dari besarnya pengaruh tayangan televisi?
  3. Apa solusi yang tepat dari permasalahan yang ditimbulkan oleh pengaruh tayangan televisi?

 

1.3       Tujuan

  1. Mengetahui seberapa besar pengaruh tanyangan televisi terhadap masyarakat desa di Indonesia.
  2. Mengetahui dampak positif dan dampak negatif dari pengaruh tayangan televisi.
  3. Mendapatkan solusi dari permasalahan yang ditimbulkan oleh tayangan televisi.

 

1.4       Manfaat Penelitian

  1. Mahasiswa dapat mengkritisi setiap tayangan televisi yang diudarakan.
  2. Agar masyarakat dapat memilah dan memilih tayangan televisi yang baik.
  3. Agar pemerintah dapat membatasi tayangan-tayangan televisi yang sesuai kepada masyarakat.

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1       Masyarakat dan Budayanya

Kebudayaan sangat  erat hubungannya dengan suatu masyarakat, karena segala sesuatu yang ada dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan masyarakat itu sendiri. kebudayaan merupakan sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat dan berupa gagasan yang nantinya akan melahirkan perilaku-perilaku serta berbagi macam karya nyata lainnya seperti seni, sistem kepercayaan, bahasa, organisasi sosial, peralatan hidup, dan lain-lain, yang kesemuanya itu digunakan untuk melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Masyarakat desa identik dengan kebudayaaan tradisional yang dianutnya, kebudayaan tradisional ini biasanya didapatkan turun-temurun dari orang tua mereka. Pada masyarakat tradisional, individu-individu tidak bisa dipisahkan dari lingkungan mereka. Mereka merupakan makhluk sosial (masyarakat) yang berhubungan dengan alam secara langsung.[1]

”Berkembangnya suatu masyarakat dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern, tentu saja merubah pemahaman mereka terhadap falsafah hidup. Ada pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan tradisional seringkali menghambat perkembangan suatu masyarakat, terutama yang berhubungan dengan proses modernisasi. Sedangkan pandangan lainnya mengungkapkan bahwa kebudayaan suatu masyarakat yang diwariskan secara turun-tenurun dalam waktu yang lama dan tetap dipertahankan oleh anggota masyarakatnya, akan mempunyai kecendrungan untuk menolak berbagai perubahan yang datang dari kebudayaan lain dibandingkan dengan kebudayaan yang tidak dimiliki dalam waktu yang lama” (Sedyawati, 2003).

           Kedua pandangan diatas tidak seluruhnya benar, sebab banyak kebudayaan atau pemikiran tradisional yang sebelumnya dianggap akan sulit berubah, justru dapat digunakan untuk mengembangkan masyarakat itu sendiri. Kebudayaan yang mantap justru yang memiliki sifat yang lentur dan terbuka an dapat menyesuaikan diri dengan perubahan, sehingga kebudayaan tersebut sebenarnya mempunyai kemampuan untuk menerima gagasan baru tanpa merubah nilai-nilai yang dianutnya.

Suatu kebudayaan tidak menutup kemungkinan untuk mengalami perubahan, begitu pula kebudayaan masyarakat desa. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kebudayaan mereka, seperti adanya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Faktor-faktor tersebut dijembatani oleh salah satu unsur budaya itu sendiri yaitu teknologi yang mengakibatkan masyarakat dapat mempelajari dengan mudah budaya-budaya baru yang muncul didalam lingkungan mereka. Televisi misalnya, salah satu media elektronik yang mempunyai pengaruh besar terhadap perubahan budaya masyarakat desa.

2.2       Televisi dan Pengaruhnya Terhadap Kebudayaan Masyarakat Desa

Televisi pada zaman sekarang ini bukan lagi menjadi barang mewah seperti 15 tahun atau 20 tahun yang lalu, dimana pada saat itu satu kampung yang memiliki televisi hanya satu orang saja, sekarang hampir disetiap rumah televisi pasti menjadi satu perabot yang melengkapi keberadaan rumah tersebut, tidak terkecuali rumah-rumah masyarakat desa. Televisi mempunyai pengaruh besar terhadap kebudayaan masyarakat. Karena sifatnya audiovisual sinematografi, menjadikan televisi sebagai media komunikasi yang mudah untuk dimengerti dan menarik. Televisi merupakan media yang sangat potensial sekali bukan hanya untuk menyampaikan informasi tetapi juga membentuk perilaku seseorang, baik negatif maupun positif, disengaja ataupun tidak. Dengan menawarkan berbagai program acara menarik yang bersifat hiburan membuat sebagian  dari masyarakat menghabiskan waktu luangnya untuk menyaksikan program-program tersebut.

Masyarakat desa seringkali menggunakan televisi sebagai sarana hiburan, dari mulai anak-anak, remaja, sampai dewasa. Tanpa disadari, televisi secara tidak langsung telah berpengaruh besar terhadap kebudayaan mereka. Sebagai contohnya, ibu-ibu rumah tangga penggemar telenovela, mereka meniru cara berdandan, berpakaian hingga cara berperilaku dari peran-peran yang ada didalam telenovela. Contoh lain, remaja yang sering menonton sinetron atau film-film luar negeri, mereka berusaha menyamai perilaku peran yang dimainkan oleh para actor dan actress idola mereka (Hofmann, 1999). Perubahan pola perilaku yang mencari kesempurnaan dari masyarakat menunjukan indikasi adanya pergeseran budaya. Pergeseran budaya tersebut adalah bukti bahwa televisi dapat merubah kebudayaan suatu masyarakat. Berikut ……………tabel

Masyarakat desa yang mempunyai kebudayaan tradisional secara tidak sadar telah mengabaikan nilai-nilai dalam kebudayaan mereka akibat menonton televisi. Sejalan dengan waktu kebudayaan mereka mengalami perubahan yang berkala. Maka tidak heran jika masyarakat Baduy melarang adanya alat-alat elektronik termasuk televisi masuk kedalam komunitas mereka, hal itu mereka lakukan untuk  mempertahankan kebudayaan tradisional yang mereka anut selama ini.

2.3       Modernisasi Sebagai Efek Dari Adanya Televisi

Modernisasi berarti kemajuan. Kemajuan itu adalah suatu proses yang makin lama seseorang itu semakin menguasai alam kebendaan. Kemajuan itu dinamika, proses yang bergerak secara terus-menerus. Gerakan tersebut tidak mengenal akhir, tidak mengenal adil dan makmur, akan tetapi mengenal lebih adil dan lebih makmur sebagai tujuannya. Suatu tujuan yang tidak akan pernah tercapai. Modern bukan berarti imitasi, yaitu meniru segala sesuatu dari negara-negara yang maju. Modern merupakan suatu sikap berpikir, dan cara menghadapi dunia. Modern bukan mengubah kebudayaan tradisional, melainkan membuka jalan-jalan baru demi kemajuan masyarakat itu sendiri. Modernisasi dilakukan agar masyarakat mampu mengatur hidup mereka (Sedyawati, 2003).

Modernisasi dapat masuk ke perdesaan melalui media komunikasi massa yaitu televisi, televisi dapat dengan mudah menyampaikan gagasan baru yang mampu diserap oleh masyarakat desa yang menontonnya. Modernisasi dengan penyesuaian kebudayaan tradisional dan modern adalah jalan yang baik untuk mengubah masyarakat desa yang tradisional menjadi masyarakat modern. Dengan tidak mengabaikan kebudayaan lama, kebudayaan baru pun dapat masuk. Dengan demikian, masyarakat desa dapat menjadi masyarakat modern tanpa harus mengabaikan kebudayaan tradisional mereka.

[2]Menurut Inkeles dan Smith, terdapat duabelas ciri masyarakat modern, yaitu :

  1. Terbuka pada pengalaman baru.
  2. Bersedia menerima adanya perubahan sosial.
  3. Memiliki berbagai opini yang luas diberbagai isu.
  4. Memperkaya diri dengan informasi.
  5. Menghargai waktu secara tepat.
  6. Memiliki keyakinan dapat berhasil.
  7. Mempunyai kemampuan untuk merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengawasi dan mengevaluasi.
  8. Lebih siap untuk mempercayai sesuatu yang baru.
  9. Menilai ketrampilan teknis sebagai hal yang penting.

10.  Menghargai pentingnya pendidikan sebagai wahana pengembangan ilmu pengetahuan.

11.  Peduli dan respek terhadap orang lain.

12.  Memahami berbagai aspek produksi barang dan jasa.

Ciri-ciri tersebut merupakan hal positif yang dapat diakibatkan oleh televisi, dan ini merupakan salah satu arah untuk menjadikan masyarakat desa yang modern dan berkebudayaan tradisional.

2.3       Memaksimalkan Manfaat Positif Sebagai Solusi

Pada dasarnya televisi memiliki banyak manfaat positif bagi masyarakat desa, contohnya memberikan pendidikan, pengetahuan tentang dunia luar, serta memberikan informasi-informasi baru. Selain itu, televisi juga dapat menjadi sarana hiburan bagi setiap kalangan umur, karena televisi menyajikan berbagai program acara yang menghibur. Namun, masyarakat desa sendiri harus pintar dalam memilih program acara mana yang seharusnya ditonton dan mana yang tidak, pintar membagi waktu, dan membatasi tontonan anak-anak mereka. Televisi juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi kegiatan masyarakat di desa. Dari semua manfaat yang telah disebutkan, tentu harus disesuaikan dengan kebudayaan tradisional yang dianut oleh masyarakat desa itu sendiri.

BAB 3

KESIMPULAN DAN SARAN

            Kebudayaan merupakan hasil karya dari masyarakat yang menganutnya, baik itu dalam bentuk benda nyata maupun dalam bentuk perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Seni, religi, bahasa, organisasi sosial, peralatan hidup adalah beberapa contoh karya yang dilahirkan oleh masyarakat. Kebudayaan masyarakat desa identik dengan kebudayaan tradisional. Kebudayaan ini biasanya didapatkan dari kebudayaan turun-temurun dari nenek moyang mereka dan kebudayaan ini sangat sulit untuk mengalami perubahan. Namun, seiring dengan masa yang semakin maju, teknologi menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi suatu kebudayaan, selain faktor-faktor yang lain teknologi menjadi faktor yang sangat mudah mempengaruhi budaya suatu masyarakat.

            Televisi merupakan satu dari teknologi media yang berpengaruh besar dalam terjadinya pergeseran budaya. Namun, televisi juga memiliki potensi untuk mengubah masyarakat desa yang menganut kebudayaan tradisional menjadi masyarakat modern tanpa harus mengubah kebudayaan mereka sebelumnya. Masyarakat desa harus mampu memaksimalkan manfaat positif dari tayangan televisi dan menghindari pengaruh-pengaruh negatif. Masyarakat juga sebaiknya memilih dan membatasi tayangan televisi yang baik untuk anak-anak dan remaja. Dengan begitu, masyarakat desa akan menjadi masyarakat modern yang tetap memperhatikan nilai-nilai dalam kebudayaan tradisional mereka.

DAFTAR PUSTAKA


[1]

[2]

problem tubuh andah-andah

Selalu bermasalah dengan masalah yang tidak akan ada habisnya ini,  berat badan! saya selalu berharap berat badan saya bertambah, berbagai cara saya tempuh tapi hasilnya tetap nihil. pertanyaan yang selama ini selalu mondar mandir di otak saya, kenapa kelebihan berat bedan selalu disorot, knapa bukan kekurangan berat badan, apa memang kita yang memiliki problem kurang berat badan tidak boleh mendapat wejangan tips buat menghancurkan problem ini?

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.